Style
Without
Borders

Harga pangan semakin naik

Harga pangan semakin naik.    harga besi
    harga besi h beam
Memasuki musim panen raya pepaya california, harga salah satu komoditas pertanian ungulan itu justru menjadi anjlok. Melimpahnya produksi, banyak petani yang terpaksa membuang pepaya untuk pupuk dan umpan ternak.    harga besi plat
    harga besi wf
Sejak dua minggu terkahir, di tingkat petani harga pepaya california yang selama ini menjadi unggulan Kecamatan Lakbok dan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, turun hingga setengahnya. Saat ini, harga pepaya california dalam kisaran Rp 2.000-Rp 2.500 per kilogram, padahal sebelumnya mencapai Rp 3.500-Rp 4.000.    harga besi beton Sni Ulir Polos
    harga besi cnp
"Sejak dua minggu ini harga pepaya anjlok sampai 50 persen. Kami berharap harganya tidak semakin turun," ungkap petani pepaya california di Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Suryono, Jumat 17 Juni 2016.    harga besi unp
    Harga pipa besi
Dia mengatakan, anjloknya harga pepaya tersebut, selain tengah musim panen raya, juga diikui turunnya permintaan. Selama ini, lanjut Suryono yang memiliki 4 hektare kebun pepaya california, permintaan buah tersebut tidak hanya memenuhi permintaan pasar lokal, akan tetapi juga Jakarta dan Bandung.    harga besi siku

"Bahkan ada informasi pepaya asal Ciamis juga diekspor ke Singapura dan Malaysia, lewat bandar besar. Setiap minggu mereka bisa panen 4 ton," katanya.

Dia juga menyatakan bahwa petani pepaya california tidak mampu menahan atau menunda panen menunggu harga naik, sebab buah itu mudah rusak. Dengan demikian, ketika buah sudah terlihat ranum, langsung dipetik. Di wilayah Lakbok dan Purwadadi, lanjutnya kebun pepaya california mencapai ratusan hektare.

"Panen tidak boleh terlampau masak, karena akan rusak ketika diangkut ke pasar. Perhitungannya, pepaya dikonsumsi seminggu setelah panen," tutur Suryono.

Saat ini, lanjutnya banyak petani yang terpaksa membuang atau membiarkan pepaya di pohon, meskipun sudah waktunya panen. Hal itu disebabkan petani tidak bergairah memetik, karena harga anjlok. "Sekarang panen raya, sehingga pasar banjir pepaya. Karena banyak yang tidak terserap pasar, akhirnya dibiarkan saja di pohon, ada juga yang digunakan pakan ternak," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah pepaya. Salah satu yang mulai dijajaki adalah membuat selai pepaya. Meski demikian, Suryono mengungkapkan, masih membutuhkan pasar untuk produk tersebut. "Kami juga berupaya membuat nilai tambah pepaya, dijadikan selai. Kami berharap ada pihak terkait yang membantu pemasaran, sehingga daat menyerap produksinya,

 Tingginya harga daging ayam yang berlangsung hingga akhir Lebaran ditengarai akibat ulah bandar dan poultryshop (PS). Di Pasar Manis yang merupakan pasar tradisional terbesar di tatar galuh Ciamis, saat ini harga daging ayam masih bertahan Rp 43.000 per kilogram, atau turun Rp 2.000 menjelang Lebaran.

Tingginya harga daging ayam potong tersebut tidak pelak membuat pedagang daging ayam mengeluh. Alasannya ketika harga tinggi, keuntungan pedagang menjadi berkurang. Padahal saat ini, permintaan daging unggas tersebut masih tinggi.

Pantauan di Pasar manis Ciamis, Rabu 13 Juli 2016, pedagang daging ayam masih banyak menyediakan barang dagangan yang diletakkan di etalase. Selain menyediakan daging ayam potong, juga daging ayam kampung. "Dengan harga sekarang ini, terus terang pedagang juga di pihak yang dirugikan, karena kentungan justru berkurang. Sejar dua hari lalu harga turun menjadi Rp 43.000, dari sebelumnya Rp 45.000 per kilogram. Harga di Kota Banjar dan Tasikmalaya lebih tinggi dibandingkan di Ciamis, " ungkap Edi, pedagang daging ayam di Pasar Manis.

Dia mengaku heran dengan masih tingginya harga daging ayam. Alasannya, saat ini pasokan atau stok ayam di bandar dan PS masih banyak. Namun, beberapa pedagang daging ayam kesulitan mendapatkan barang. Pedagang berharap harga daging ayam dalam posisi stabil.

"Jadi bukan lagi permintaan atau penawaran, harga ayam dipermainkan oleh bandar dan PS. Pedagang yang bingung memasang harga. Masih beruntung setelah Lebaran saat ini permintaan masih banyak sehingga dapat menolong pedagang," ujarnya.

Edi mengatakan, sebelum Lebaran harga ayam di kandang mencapai Rp 20.000, akan tetapi setelah di pasar harganya menjadi Rp 38.000 per kilogram. Sedangkan ketika harga di kandang ayam Rp 17.000, harga daging ayam di pasar Rp 35.000 per kilogram.

"Kami beli ayam masih hidup, setelah dipotong dan dibersihkan akan kehilangan berat 0,7 kilogram. kami juga tidak mungkin menaikkan harga, sepanjang harga pembelian tidak naik," katanya.

Lebih lanjut dia menyatakan tingginya harga ayam, disebabkan karena dipicu mahalnya harga ransum atau pakan. Selama ini, lanjutnya sebagain bahan baku masih impor. Sehingga harganya tergantung pada nilai tukar rupiah.

"Kunci harga ayam juga sangat dipengaruhi oleh harga ransum. Sampai sekarang ini banyak bahan baku pakan yang masih impor. jagung saja juga banyak yang impor," ujar Edi.

Pedagang lainnya, Entin, juga mengaku heran dengan tetap tingginya harga daging ayam setelah Lebaran. menjelang Lebaran harga daging ayam potong mencapai Rp 45.000 per kilogram, daging ayam kampung Rp 75.000 dan daging ayam pejantan Rp 45.000 per kilogram. Dia juga mengaku stok ayam terbatas.

"Saya juga tidak tahu pasti mengapa harganya masih tetap tinggi. Beruntung sampai sekarang , permintaan masih agak banyak, sehingga membantu mengurangi beban pedagang. Dalam kondisi tertenu, kami memilih mengurangi untung, dibandingkan harus menaikkan harga,

LEARN MORE >